Menjadi Pemuda yang Tak Terbatas dan Melampauinya

Halo readers.
Kembali lagi dengan saya. Setelah sekian lama saya vakum akhirnya Allah memberikan saya kesempatan untuk kembali lagi menulis.
Alhamdulillah saya sudah lulus dari SMA dan sedang berkuliah di Jember. Ada nggak nih kawan yang lagi di Jember ?

Jadi topik yang saya bahas kali ini cukup serius ya untuk kawan pemuda yang masih imut-imut dan sedang belajar ria.
Kawanku semuanya, menurut anonim, pemuda adalah agen perubahan. Waktu saya masih awal masuk kuliah sebenarnya masih sangat abu-abu untuk memikirkan menjadi seorang pemuda yang melakukan perubahan. Bagaimana tidak, mahasiswa semester 1 menurut sebagian banyak orang sangat serius. Membuat stress akan tugas-tugas yang maha banyak :')

Ya sudahlah, saya ada prinsip. "Tugas akan selesai pada deadline nya" dengan catatan harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh ya. Kerjakan dengan "cepat, tepat dan cerdas", ini sangat cocok untuk seseorang yang suka bersantai dan bermain. Tidak apa-apa kawan, hidup memang tidak melulu harus belajar, ada saatnya otak kita butuh istirahat. Dan porsi berfikir orang itu berbeda-beda. Menjadi pelajar haruslah seperti itu, menekuni segala bidang yang dipilihnya, saya yakin pasti kawan-kawan memiliki kebosanan terhadap 1 mata kuliah atau 1 mata pelajaran. Saya akan berbagi tips untuk hal itu. Simak baik-baik ya. "Sesuatu hal yang kamu tidak bisa dan tidak suka, jangan dihindari. Geluti hal itu, paksa untuk tetap belajar, namun jangan sampai menyiksa. Suatu hari, hal itu akan mengalah darimu"

Eitss... Tips itu bukan asal ngomong ya, saya sudah membuktikannya. Alhamdulillah, hasilnya juga memuaskan dan sekarang malah suka. Hehe

Bicara mengenai agen perubahan, hati saya sudah mulai terketuk untuk itu. Menghadapi era digital dewasa ini, kita harus pandai berfikir bagaimana cara kita menjadi seseorang yang bermanfaat untuk bangsa. Pertama adalah belajar dari guru/dosen "segeram apapun kawan-kawan kepada dosen, jangan membenci ilmunya, cukup benci pada sikapnya. Karena itu akan menghalangi manfaat dari ilmu tersebut. Yakinlah, guru/dosen yang menjengkelkan mempunyai harapan tinggi untuk kawan-kawan menjadi pribadi yang lebih baik". Seorang guru/dosen killer adalah seseorang yang sangat bertanggung jawab. Bagaimana tidak "Kewajiban seorang pendidik akan gugur kepada siswa dan pihak sekolah ketika beliau sudah mengajar tepat waktu dan mengajar apa yang semestinya disampaikan, namun tidak dengan Sang Maha Pencipta jika siswa tidak memahami apa yang telah disampaikan oleh pendidik". Setiap orang memiliki alasan tersendiri untuk menjadi tega kejam. Saya yakin, beliau-beliau gurunda, sangat sayang dan cinta kepada murid-muridnya. Ingin muridnya menjadi seseorang yang memiliki pribadi yang tak terbatas dan melampauinya.

Selain belajar dari cara hidup yang diberikan guru/dosen,tentunya kita harus belajar untuk berkecimpung dalam masyarakat dengan organisasi. Ya, organisasi sangat penting. "Organisasi yang baik akan menghasilkan orang-orang yang hebat".

Saya mendapat pelajaran yang begitu besar dari organisasi. Mendapat pelajaran cara berdagang, strategi berdagang, kemampuan memanage kawan organisasi, berpengetahuan tentang dunia perusahaan, berbicara dengan berbagai orang hebat, bersua dengan orang penting, berlatih menghadapi kerasnya sekelumit ego dari masing-masing kawan organisasi, dan masih banyak hal lain.

Teruslah belajar tentang hidup, berusaha bertahan hidup, berlatihlah bersabar, ciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain, hargailah ilmu, jangan menyerah, tekuni apa yang kawan-kawan sukai, perjuangkan apa yang patut diperjuangkan, jangan kecewakan orang tua.
Ingatlah, tiap-tiap pencapaian adalah rezeki. Dimana rezeki sudah ada yang mengatur sesuai porsinya sendiri-sendiri.

Salam Pelajar Salam Mahasiswa !

Komentar